?

Log in

No account? Create an account
Michi Yamashina
07 December 2012 @ 10:02 pm

Title :: Last Letter

Author :: ME

Genre :: Romance, Angst

Rating :: G

Pairing :: Daiki Arioka x OC

Type :: Mini Chap~

Warning: Bagi yang sudah di tag, WAJIB untuk COMMENT karena saya membutuhkan Comment dari kalian para pembaca...

Ini adalah FanSong pertama saya... hehehe... dari dulu mau banget buat cerita macam ini tapi baru kesampaian sekarang... *baka* karena baru menemukan lagu yang cocok...

Song :: Last Letter - Aoyama Thelma

Summary :: Aku bertemu dengannya, pria yang lebih tua dari ku, selama musim dingin .. Dia adalah pacar pertamaku, yang tidak akan pernah ku lupakan

Last~Collapse )

 
 
Michi Yamashina
07 December 2012 @ 09:58 pm

Re-Post

Tittle :: WHY ??

Idea :: From Septi~ hahahaha

Author :: ME

Reting :: G

Genre :: Friendship, Romance (maybe?)

Summary :: why don’t you kiss him ?? why don’t you tell him ?? why you don’t see in your heart about this felling ??

 *******

                Hari ini adalah hari pertama untuk Chaterina Mamoru menginjak tanah kelahiran papanya di jepang. Dulu Chaterina pernah tinggal dijepang, namun saat berusia 7 tahun dia harus ikut pindah ke Canada dengan mamanya. Namun setelah 10 tahun dia ditinggal di Canada, mama dan papanya mengirim dia untuk liburan ke jepang.

                Chaterina di titipkan dirumah salah satu kerabat orang tuanya di jepang. Dia telah di jemput oleh seorang anak perempuan yang usianya sedikit muda dari dia, namanya Mikha Yamada.

“neechan, kamu tidur dikamar ini saja untuk malam ini” jelas mikha mengantar chaterina menuju sebuah kamar dilantai 2 dari rumah itu.

“ini kamar mu ??” tanya chaterina membuka pintu kamar itu.

“bukan, ini kamar Oniichan… hari ini dia sibuk mungkin pulangnya besok pagi. Jadi mama bilang kamu bisa menggunakan kamar ini” mikha kembali menjelaskan.

“arigato… setelah mama ku mengirim uang, aku akan segera mencari penginapan”

“istirahatlah… jika butuh sesuatu kamar ku ada di sebelah…” ucap mikha berjalan menutup pintu kamar itu.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Why.....Collapse )

 
 
Michi Yamashina

Re-post... part 4 ending
Tittle :: Huru Hara Pesantren Kilat Kampung Jhonny

Idea :: Lovelyabu

Author :: Michi YanYan Yamashina / yanyam / Michi Yamashina

Reting :: G

Genre :: Friendship


BOMCollapse )
 
 
Michi Yamashina

Re-post... part 3
Tittle :: Huru Hara Pesantren Kilat Kampung Jhonny

Idea :: Lovelyabu

Author :: Michi YanYan Yamashina / yanyam / Michi Yamashina

Reting :: G

Genre :: Friendship


kemana siswa Akadou ?Collapse )
 
 
Michi Yamashina

Re-post... part 2
Tittle :: Huru Hara Pesantren Kilat Kampung Jhonny

Idea :: Lovelyabu

Author :: Michi YanYan Yamashina / yanyam / Michi Yamashina

Reting :: G

Genre :: Friendship




perusuh ?Collapse )
 
 
 
Michi Yamashina

Re-post... part 1
Tittle :: Huru Hara Pesantren Kilat Kampung Jhonny

Idea :: Lovelyabu

Author :: Michi YanYan Yamashina / yanyam / Michi Yamashina

Reting :: G

Genre :: Friendship

Summary :: 

Bulan ramadhan telah tiba seperti tahun tahun sebelumnya ,


Bulan ramadhan telah tiba seperti tahun tahun sebelumnya Collapse )
 
 
Michi Yamashina
30 March 2012 @ 12:57 pm


Download single

HERE

my mediafire account have a problem so I upload video clip "Natsu wanna say I love you" in 4shared

HERE

minna~ arigato~ keep support 9nine .. xD

 
 
Current Location: 3boncel's heart
Current Mood: awakeawake
 
 
Michi Yamashina
18 September 2011 @ 12:05 pm
special :: [info]lovelyabu and [info]4everjump


HeySayJUMP in Music Station...




DL :: here


tapi ini LQ klo HQ gak kuat Uploudnya...
 
 
Current Location: my room
Current Mood: annoyedannoyed
 
 
Michi Yamashina
17 September 2011 @ 08:48 am
hebat ya gw bisa liat ni video... padahal gw kan ogah banget liatnya... hahaha....
cuma mau ambil gambar yabu untuk lo kak... hahaha...

I love you sist~

special :: [info]lovelyabu and [info]4everjump


HeySayJUMP in Music Station...





I know maybe in CHINA you can't see this video... so I printpreview to you~ hehehehe


JUMP beking powder sort PV... #PLAK (LOL)




I think Yabu want to give you a spirit sist~ :D




OkaJima moment~




HikaNoo moment~




sorry sist, I didn't find YabuNoo moment






Yabu again want to remind you, that you will always remember praying every moment.








Yabu said "GANBATTE~"




so... I'm, your little sister and your little brother really miss you sist~


I LOVE YOU SIST~

 
 
Current Location: we in your heart
Current Mood: sadsad
 
 
Michi Yamashina
08 September 2011 @ 01:34 pm

Title :: The Only Star

Character ::

- Aine Kanazawa

- All Member HSJ

Song :: Some Day

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Friday or Saturday or even Sunday

           
Matahari bersinar  begitu cerahnya. Hikaru, Aine, dan Daiki pergi
kesebuah rumah besar untuk menjual hasil curian mereka.

“hi, how are you yuya?” aine menyapa pemilik rumah.

“fine… follow me” pemilik rumah menyuruh mereka bertiga mengikutinya.

Takaki
yuya 42 tahun adalah seorang pemilik penggadaian yang selalu bekerja
sama dengan aine, hikaru dan daiki. Namun otak yuya sangatlah licik.

“apa kita akan dapat uang banyak?” hikaru bertanya pada aine.

“sudah tenang saja” aine meyakinkan kedua niichannya.

Mereka
bertiga berjalan mengikuti yuya kesebuah ruangan. Mereka mulai menawar
harga yang telah di tentukan oleh hikaru dan daiki.

“apa yang dia katakana??” daiki berbisik pada aine.

“dia minta agar harganya turun menjadi 600.000 dolar”

“bilang pada dia harganya sudah pas, tidak bisa di tawar lagi” hikaru melanjutkan.

“Yuya sorry, the price that we provide can not be bothered” aine berkata pada yuya.

“slightly lower price.”

“sorry…” ucap aine.

“I have a new job for you” yuya memberikan penawaran.

“What ?” aine kembali bertanya.

“please
bring this painting. the price is very expensive when sold. many are
already trying to take it but no one had ever managed to get out of
there.” Jelas yuya sambil memberikan sebuah gambar pada hikaru dan
daiki.

“apa yang dia katakan aine??” tanya hikaru.

“dia menantang kalian untuk mengambil lukisan itu. Namun sangat bahaya” suara aine mengecil.

“baik kita ambil.” Ucap hikaru.

“tapi niichan ini sangat bahaya… tolong lah~”

“sudah tenang saja…”

“okay…” aine memberikan persetujuan pada yuya.

“This half-fee for you. the remainder is given if the painting was already in my hand” yuya memberikan uang pada daiki.

“thank you yuya” ucap hikaru.

Mereka berpamitan dan pergi dari rumah yuya.

“sudah ku duga itu dia” ucap seorang laki-laki kepada yuya.

“jadi apa rencana mu?” tanya yuya pada lelaki itu.

“aku ikuti permainanmu. Asal mereka tidak terluka sedikit pun” ucap laki-laki itu.

“tenang saja”

========== ☼ ☼ ☼ ==========

none of the day that you will comeback

            Hikaru menegendarai mobil dengan kecepatan penuh. Daiki terus berteriak dengan senyum menawan.

“aku tidak ingin kalian melakukannya… ku mohon…”

“sudahlah aine… kamu tenang saja… semua pasti berjalan lancar…” hikaru menenagkan aine sambil membelai rambutnya.

“tapi aku tak bisa tenang…” aine mulai bersedih.

“pikirkan impianmu aine…”

“hey ada laut…. Ayok berhenti…”

“daiki…. Jangan mulai dengan sifat kekanak-kanakanmu” hikaru menghentikan mobilnya.

Daiki berlari kepinggir laut.

“WAH….DISINI TEMPAT SHOTING LINGKING PARK DULU” daiki berteriak-teriak.

“ayok kembali….” Hikaru menarik telinga daiki untuk kembali kemobil.

“benar hikaru disini tempatnya.

Aine hanya tertawa kecil melihatnya.

========== ☼ ☼ ☼ ==========

to be in our old days

 

           
Aine sedang sibuk di dapur bersama dengan keito untuk membuat makan
malam. Daiki sedang merendam tubuhnya di kolam belakang rumah. Hikaru
sibuk dengan komputernya. Sementara yuto sedang membantu kei otosan
membimbing anjing peliharaan mereka yang baru.

“niichan….
Coba kare ini… aku sudah memasaknya hampir 1 jam, pasti rasanya enak”
aine membawakan sebuah mangkuk kecil kepada daiki.

“apa kau yakin?” daiki sedikit meledeknya.

“sudahlah, kau cicipi saja” aine memberikan sesuap kare buatanya kepada daiki.

“jauh lebih baik” daiki mmengedipkan matanya.

Hikaru
masih sibuk dengan komputernya berusaha menemukan cara untuk membuka
kunci rahasia untuk mencuri lukisan yang sangat mahal harganya itu.

“hikaru,
aku tak yakin kau bisa melakukannya” keito duduk disamping hikaru
sambil menyalakan rokok yang baru saja diambil dari tempat penyimpanan.

“….” Hikaru tidak menjawab.

“sudalah keito niichan, jangan ganggu hika niichan” aine membela hikaru.

Daiki keluar dari kolam dan mengeringkan tubuhnya yang basah, berjalan menuju hikaru aine dan keito.

“jadi bagaimana hika??” daiki memastikan.

“sudah tenang saja. Kita tinggal jalan”

“Pikirkan baik-baik. Aku tak ingin kalian pergi” ucap aine sambil berjalan kearah dapur.

“sudahlah anak manis, kamu tenang saja. Tugasmu seperti biasa hanya menjemput aku dan daiki”

“tapi kali ini firasatku beda…” aine teriak.

           
Hari semakin malam. Semua telah berkumpul untuk makan malam. Namun
malam ini kota otosan tidak pulang dikarenakan tugas diluar.

“sampai kapan kau hanya memandangi dia??” yuto mengejek daiki.

“siapa maksud mu?” daiki memasang wajah tak tahu.

“sudahlah…. Aku kenal denganmu bukan baru kemarin, tapi sudah lama” ucap yuto sambil terus berbisik.

“apa kau tidak takut jika hikaru yang duluan maju?” keito menambahkan.

“kalian ini seperti anak kecil” daiki bangun dari duduk dan membereskan piring-piring dari meja.

Aine
kembali merayu hikaru agar tidak pergi menjalankan misinya. Namun
hikaru terus menolak permintaan aine. Kali ini aine benar-benar kecewa
dan marah. Hikaru hanya melihat aine yang berjalan menjauhi dirinya.

“hi,
hikachan aku tak suka melihat dia seperti itu. Cepat minta maaf
padanya dan katakana bahwa kita akan baik-baik saja” ucap daiki sambil
menepuk bahu hikaru.

“ah…aku malas…”

“cepat lakukan. Buat dia menjadi anak manja. Karna dia senang jika di manja olehmu” daiki terus menatap aine yang semakin jauh.

“baik lah~” hikaru berjalan mendekati aine “aine… matte ne~”

aine membalikan tubuhnya “….” Tak ada sepatah katapun dari mulutnya dan kembali berjalan.

“matte ne~” hikaru mengambil tangan aine.

Sementara daiki hanya melihat hikaru dan aine dari kejauhan.

“sudah kubilang, untuk apa kamu hanya menatapnya saja? Tak ada gunanya.” Yuto kembali angkat bicara.

“urusaii~”

“sudah dekati dia… liat hikaru sangat dekat dengan dia” ucap keito sambil mendorong tubuh daiki.

“baik lah.. anoo… bagaimana caranya??” daiki bingung.

“lihat ni…..” yuto mengeluarkan sebuah karet gelang dari saku celananya.

“apa yang akan kau lakukan yuto?” daiki bertambah bingung.

“keito lakukan” ucap yuto singkat.

Hikaru
dan aine yang sedang duduk di pinggir kolom sambil berbicara tiba-tiba
terkaget dan hikaru terjatuh di dalam kolam. Aine yang melihat hanya
tertawa.

“cepat bawa aine keluar untuk jalan-jalan” ucap yuto.

Daiki berlari dan meraih tangan aine.

“hey.. kalian mau kemana kalian??” ucap hikaru yang masih sibuk untuk keluar dari kolam.

“hahaha. Kami pergi dulu ya….” Daiki berlari sambil memegang tangan aine.

“jya niichan…” ucap aine polos sambil memberikan lambaian kepada hikaru.

========== ☼ ☼ ☼ ==========

how long it will be like this?? I don’t know

           
Hari semakin larut malam. Hikaru dan daiki telah mempersiapkan segala
keperluan untuk misinya hari ini. Aine kembali meyakinkan hikaru dan
aine agar tidak melakukan misinya.

“niichan, apa yakin?” ucap aine sambil duduk dibelakang hikaru.

Hikaru membalikan tubuhnya dan meraih tangan aine “sudah kubilang, kamu tenang saja”

“yosh~ hikachan, semua telah siap. Ayo kita berangkat”

aine mengantarkan daiki dan hikaru keluar rumah. Inoo hanya menatap mereka bertiga dari kejauhan.

“aine,
dengarkan aku… besok jam 10 kamu harus kebandara dan pesan 3 tiket
untuk perjalanan ke hawai. Jangan lupa jam 10.” Hikaru berbisik pada
aine.

“un~” aine mengangguk.

Hikaru dan daiki telah pergi menjauhi rumah. Inoo berjalan mendekati aine.

“aine, apa yang dikatakan hikaru??”

“ano…mm… dia hanya bilang agar aku menjaga diri… iya menjaga diri…” aine terlihat panik.

“apa kamu yakin?” inoo kembali bertanya

“ha’I~”

“otosan mau malam ini kamu bertemu dengan anak dari kota otosan”

“what ??”

“iya, kota otosan bilang akan menjodohkan kamu dengan anaknya. Sebentar lagi mereka akan datang”

aine hanya terdiam terpaku mendengar apa yang baru saja dibicarakan inoo.

========== ☼ ☼ ☼ ==========

 

how many months or years??

           
hikaru dan daiki telah sampai di tempat tujuan mereka. Puri yang
sangat besar dan dijaga oleh system pengamanan yang sangat ketat.

“daiki, kau masuk duluan” hikaru memberikan aba-aba.

“baik lah….”

Setelah
daiki memanjat tembok puri yang sangat tinggi kemudian disusul oleh
hikaru. Mereka melakukan misinya dengan perlahan namun pasti. Mereka
mulai memasuki ruang tempat disimpannya lukisan yang mahal itu. Namun
tempat itu memiliki kode yang sangat rahasia. Daiki mengeluarkan sebuah
benda untuk membongkar kode rahasia itu. Perlahan daiki mulai
mengotak-atiknya dan sukses….

“ayok masuk” ucap hikaru dengan santainya berjalan masuk.

“matte…. Jangan melangkah….” Daiki menghentikan langkah kali hikaru.

“nani?”

daiki mencabut sehelai rambut dari kepala hikaru.

“itaii yo~”

“sudah
jangan berisik” daiki meletakan rambut tersebut ke lantai dan ternyata
lantai tersebut terdapat arus listrik yang sangat tinggi.

“pintar kau…”

hikaru
dan daiki mengambil lukisan itu dengan memanjat dari dinding dan
keluar dari puri tersebut. Namun kenyataannya salah system keamanan
dapat mendeteksi keberadaan mereka.

DORR…DORR…DORR…

Suara tembakan yang sangat banyak menghalangi mereka lari dan salah satu dari mereka terkena tembakan itu.

“cepat bawa lukisan itu pergi…..”

“tapi…..”

“biar aku yang menangani…….”

========== ☼ ☼ ☼ ==========

how many billions of our post memory??

 

           
aine bergegas merapihkan dirinya. Karena dia tahu jika keinginan kota
dan kei otosan tidak dituruti ia akan terluka lagi.

Tok…tok…tok…

“aine cepat keluar kamar” kei menyuruh aine segera keluar.

“ha’I~”

aine berjalan mengikuti langkah kaki inoo. Dan wajah aine terlihat sangat panik.

“ini dia aine….. yang otosan bilang” ucap kota sambil menepuk pundak laki-laki yang ada di sampingnya.

Anak itu mengangkat wajahnya dan melihat kearah aine.

“Kireii~” ucap anak laki-laki itu sambil tersenyum kearah aine.

Aine hanya terdiam sambil membalas senyuman anak laki-laki itu.